27 WNA Ini Digerebek Lakukan Penipuan Rp. 20 Triliun Per Tahun

Potret Berita – “Untuk WNI kita belum tahu digaji berapa, nanti akan kita periksa lebih dalam dan kita akan bawa ke Jakarta bersama WNA ini,”

27 WNA asal China dan Taiwan tidak bisa berkutik saat Tim Satgasus Mabes Polri bersama dengan Kepolisian China menggerebek persembunyian mereka di sebuah rumah mewah di Benoa, Bali.

Mereka diketahui telah berhasil meraupRp. 20 Triliun per tahun dengan cara penipuan dan juga pemerasan.

“Informasinya sudah satu tahun beroperasi dan sebelumnya pernah di tempat lain di Denpasar. Ini penggerebekan bersama dengan Jakarta, Surabaya dan juga Batam,” ungkap Turnagogo Sihombing selaku Ketua Tim Satgasus Mabes Polri.

Tunagogo menyampaikan hal tersebut setelah penggerebekan di Jl Puri Bendesa Benoa, Bali pada hari Sabtu (29/07/17) malam. Ia menambahkan bahwa 17 WN China dan 10 WN Taiwan yang ada di dalam rumah meraup Rp. 20 Triliun per tahun dari hasil menipu dan memeras.

“Untuk di Bali mereka berhasil meraup keuntungan sebesar Rp. 20 Triliun setiap tahun dengan gaji masing-masing Rp. 20 per bulan setiap orang,” ujarnya.

Ada 4 orang Warga Negara Indonesia yang ikut diamankan terkait dengan kejahatan internasional ini. Mereka berperan sebagai fasilitator akomodasi, transportasi dan juga rumah tangga.

“Untuk WNI kita belum tahu digaji berapa, nanti akan kita periksa lebih dalam dan kita akan bawa ke Jakarta bersama WNA ini,”

Turnagogo menyatakan bahwa 27 WNA tersebut adalah bagian dari jaringan internasional penipuan dan juga pemerasan via telepon di China. Mereka diduga memilih untuk beroperasi di Indonesia karena dianggap lebih aman untuk menipu calon korban dan lari dari jeratan hukum.

“Ini jaringan internasional karena bereka juga ada beroperasi di Myanmar, Laos dan Thailand dengan sasaran korbannya itu di China dan Taiwan. Mereka menggunakan teknologi informasi untuk melancarkan kejahatan mereka,” tukas Turnagogo.

Potret Berita